Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Januari 2019

Jurus Menjadi Citizen Reporter

Kehadiran Pewarta  Warga atau Citizen Jurnalism begitu pesat di media media arus utama. Semua media, baik cetak maupun elektronik, berlomba memberikan ruang bagi warga untuk turut serta memberikan informasi. Semua mencoba memfasilitasi atau sekadar mencari konsumen atau agar tidak ditinggal konsumen informasinya sehingga konsumen pun harus dilibatkan dalam menyajikan berita.

Terlepas dari berbagai alasan media media itu memberikan kesempatan untuk munculnya pewarta warga, selalu ada sisi positif baik dari sisi media sebagai tempat warga menyampaikan berita/informasi maupun warga sebagai konsumen informasi yang dihasilkan awak media massa tersebut. Karena sekarang ini kita berada di era semua berhak bicara dan dengan ini media harus bisa memfasilitasi konsumen beritanya turut menyajikan berita kalau mereka tidak ingin ditinggalkan oleh konsumennya.

Kehadiran Buku Cara Mudah menjadi Pewarta Warga Teori dan Praktik karya Imam Nugroho ini menjadi alat pengasah pisau jurnalistik masyarakat yang ingin berpartisipasi menghasilkan berita yang kredibel. Pengalaman penulis buku ini menjadi Citizen reporter di harian surya selama hampir 9 tahun membuat buku ini menjadi referensi jitu karena ditulis praktisi yang sudah teruji tulisannya.

Imam tidak hanya menyajikan unsur 5W+H yang sering diutarakan dalam teori jurnalistik. Lebih dari itu Ia juga menyajikan teknik mendasar penyusunan kalimat berita hingga tip dan teknik mengirimnya ke sebuah media. 

Pewarta warga  pun tidak serta merta menyajikan sesuatu untuk dikonsumsi publik. Mereka pun sedikit banyak harus mengikuti aturan aturan yang berlaku dalam penyajian informasi kepada masyarakat sebagaimana yang diikuti oleh media arus utama. Salah satunya adalah validitas fakta yang mereka sampaikan kepada masyarakat karena tentunya masyarakat tidak mau hanya dicekoki gosip semata.

Sebagaimana yang diutarakan oleh Imam perihal ketrampilan menulis itu dipraktikan untuk bisa menghasilkan tulisan bukan hanya teori. Ada 4 hal yang dipersyaratkan oleh Imam agar kita bisa mampu berpartisipasi menjadi pewarta warga;

Melatih membaca dan memahami pola penulisan artikel berbagai berita yang terdapat dalam koran atau majalah
Mengumpulkan dan mendatanya secara rapi menurut tema yang diinginkan
Berlatih menyusun kalimat sesuai kebiasaan media yang hendak dituju (untuk memahami selera editor media)
Berani mengirim tulisan secara berkala (karena ini adalah latihan yang sesungguhnya)
Biar bagaimanapun Pewarta warga tak akan bertidak semaunya karena apa yang mereka sajikan akan di moderasi oleh editor media di mana media itulah yang menyediakan ruang untuk Pewarta warga berkreasi dan yang pasti tanggung jawab konten informasi adalah pewarta warga itu sendiri.

Dengan adanya Pewarta Warga  masyarakat bisa memperoleh banyak pilihan informasi/berita yang mereka inginkan. Berita yang disajikan Pewarta warga  menjadi alternatif lain karena penikmat informasi bisa merasakan bagaimana sebuah berita bila disampaikan dalam kacamata konsumen berita sebagaimana dirinya.

Informasi yang disajikan oleh Pewarta warga ada keunggulan tersendiri karena biasanya lepas dari pengaruh atasan, pemilik modal maupun kepentingan sempit golongan karena Pewarta warga kebanyakan bekerja mandiri tidak berafiliasi ke grup atau perusahaan tertentu apalagi partai politik. Hal ini dikarenakan Pewarta warga bertanggungjawab pribadi atas apa apa yang telah disebarkannya.

Meski tak tertutup kemungkinan subyektifitas berita yang dihasilkan oleh seorang Pewarta warga itu terasa, setidaknya ada pendapat lain yang mungkin bisa dijadikan referensi penikmat berita dalam menafsirkan sebuah informasi. Bukankah di era keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat suara suara bukan hanya monopoli awak media?

Judul: Cara Mudah Menjadi Pewarta Warga (Teori dan Praktik)
Penulis: Imam Nugroho
Penerbit: Indie Book Corner, Yogyakarta
Tebal: xii+114 hlm
Tahun: 2018

Rabu, 22 April 2015

Keutuhan Informasi adalah Tujuan dari Pemerberkasan Arsip



Judul Buku   : Filing System: Panduan Praktis Penataan Berkas
Penulis          : Drs. Burhanudin DR, Waluyo, S.S., M.Hum, Titi Susanti, MAP.
Penyunting   : Wahjudi Djaja, S.S
Penerbit         : Gambang Buku Budaya, Yogyakarta
Cetakan         : Pertama, Februari 2015                :
Tebal              : x+101 hlm. 14 x 20 cm
ISBN               : 978-602-72157-1-9

Kegiatan pengelolaan arsip memang lekat dengan apa itu yang disebut pemberkasan (Filing).  Arsip yang memberkas menjamin adanya  keutuhan  informasi yang terkandung didalamnya. Keutuhan informasi merupakan asas dalam penyelenggaraan kearsipan sebagaimana yang tertuang dalam pasal 4 (empat) Undang-undang Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan. Disamping keutuhan informasinya, asal usul informasi (principle of provenace), maupun aturan asli (principle original order) dalam pengelolaan arsip merupakan unsur unsur yang membuat arsip mempunyai tingkat keautentikan dan keterpercayaan tinggi. 
 Walaupun nilai keutuhan dan kelengkapan informasi dalam pemberkasan arsip  begitu krusial  akan tetapi buku referensi yang membahas tentang  tentang penataan arsip maupun pemberkasan itu sangat jarang ditemukan di negara kita. Kebanyakan yang ada adalah manual yang diterbitkan dalam bentuk peraturan  di lembaga publik/pemerintah sedangkan bacaan yang khusus untuk konsumsi   khalayak umum masih kurang. Kehadiran buku Filing System Panduan Praktis penataan berkas seolah menjadi angin  segar bagi para praktisi kearsipan di Indonesia.
Buku yang ditulis oleh tiga dosen Program Diploma sekolah Vokasi UGM yaitu; Drs. Burhanudidin DR, Waluyo, S.S., M.Hum, dan Titi Susanti, MAP, menyajikan isi yang berbeda dengan buku sejenis yang pernah ada. Buku buku terdahulu, salah satunya buku Manajemen Kearsipan karangan Drs Zulkifli Amsyah, MLS.   Di dalam Manajemen Kearsipan, Drs Zulkifli Amsyah, banyak  mengupas  bagaimana menata sebuah item arsip/lembar surat bukan arsip sebagai berkas atau file. Tentunya dua istilah item arsip/lembar surat dan file/berkas berbeda dalam hal kelengkapan informasinya; Item adalah satuan terkecil arsip yang tidak bisa dipecah lagi informasinya sedangkan file atau berkas adalah satu unit arsip yang disusun berdasarkan kesamaan kegiatan, kesamaan masalah, atau kesamaan jenis.
Sebelum menentukan sistim pemberkasan yang akan digunakan setiap organisasi hendaknya melihat besar kecilnya  rentang  tugas dan fungsi organisasi serta volume arsip yang tercipta. Dengan memahami tupoksi organisasi maka arsip yang tercipta nantinya akan terkumpul sesuai dengan masalah dan kegiatan yang ditanganinya.  
Dalam pelaksanaan sistim pemberkasan (filing system) perlu dipelajari bentuk bentuk berkas karena hal ini mempengaruhi prinsip manajemen arsip aktif yaitu kecepatan, ketepatan dan kelengkapan.  Tentunya dua unsur yang pertama yaitu kecepatan dan ketepatan bisa dicapai  pada saat proses  penemuan kembali informasi apabila arsip tertata secara  per item namun kelengkapan informasinya kurang karena arsip tersebut tidak memberkas dalam sebuah kesatuan informasi yang utuh (hal. 8).
Ada beberapa bentuk berkas yang diuraikan dalam buku ini;
1.    Berkas berdasarkan kesamaan kegiatan
Berkas ini berisi item arsip/surat yang berkaitan dengan kegiatan yang sama misalnya,  berkas kegiatan Ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia maka surat surat yang berhubungan dengan Ulang Tahun Kemerdekaan akan dikumpulkan dalam satu berkas dengan indeks yang sama yaitu HUT RI.
2.    Berkas berdasarkan kesamaan subyek atau perihal
Berkas ini akan berisi surat surat dengan pokok masalah yang sama misalnya berkas pelatihan maka berkas tersebut akan terdiri dari pelatihan computer, pelatihan keuangan dan pelatihan lainnya.
3.    Berkas berdasarkan kesamaan jenis
Sedangkan untuk berkas dengan tipe sejenis ini biasanya berisi arsip yang berupa produk hokum yaitu peraturan dan perundangan. Berkas ini akan terkelompok dalam tiap tiap jenis produk hokum misalnya Undang-undang, peraturan, edaran dan sebagainya dan akan tersusun dalam tahun yang sama.
4.    Berkas perorangan
Berkas perorangan ini biasanya akan dikelompokkan sesuai dengan nama seseorang dan akan berisi kronologi orang yang bersangkutan apakah ia sebagai pegawai, mahasiswa, atau pasien dll dalam kaitanya dengan tupoksi organisasi yang melibatkan namanya.
Keunggulan yang terkandung dalam buku ini  adalah adanya langkah langkah praktik di setiap akhir Bab. Dengan cara penyajian yang demikian,  memungkinkan pembaca buku untuk mencoba mempraktekkannya setiap selesai pembahasan karena langkah praktiknya pun sudah disajikan secara berurutan sehingga pembaca tinggal mengikuti prosedur yang diberikan.
Kalaupun ada yang kurang dari penyajian buku ini adalah tidak adanya daftar istilah  kearsipan. Keberadaan daftar istilah kearsipan ini diharapkan akan mempermudah pembaca terutama pembaca yang tidak berlatarbelakang pendidikan kearsipan. 
Selain itu ada beberapa istilah penting yang berkaitan dengan pemberkasan yaitu item, file, series, dan fond yang perlu diberikan contoh lebih konkret namun dalam penyajiannya  hanya diberikan definisi secara singkat.
Karena pembahasan dari buku ini lebih menitik beratkan pada arsip dinamis maka istilah  series dan fond pun tidak ada uraiannya yang lebih detail karena kedua istilah tersebut banyak berisinggungan dengan manajemen pengelolaan arsip statis yaitu arsip yang bernilai guna  informasional dan kesejarahan .



Rabu, 03 Desember 2014

KETURUNAN ARAB YANG MERAJUT KEINDONESIAAN



Judul              : Biografi A.R. Baswedan
                          Membangun Bangsa , Merajut Keindonesiaan
Penulis          : Suratmin dan Didi Kwartanada
Penerbit         : Penerbit Buku Kompas, Jakarta
Tahun                        : 2014
Tebal              : xliv+308 hlm
ISBN               : 978-979-709-859-9

Perjalanana berdirinya negara Indonesia tidak terlepas dari perjuangan orang-orang yang bukan      warga negara asli Indonesia. Mereka adalah para warga keturunan yang berdedikasi dan mengakui bahwa walaupun mereka adalah peranakan ada yang keturunan  Tionghoa, Arab dan  Eropa. Mereka lahir dan dibesarkan di bumi pertiwi Indonesia. Salah satu di antara warga keturunan Arab  yang peranannya tidak bisa dibilang kecil dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia  adalah Abdul Rahman Baswedan yang lebih dikenal A.R. Baswedan.

Di antara warga keturuna Arab Indonesia terbagi menjadi dua golongan; kaum Arab Asli (Wulaiti/totok) dan kaum keturunan Arab (Muwalad/peranakan). Kaum Wulaiti berdarah Arab murni dan biasanya lahir serta besar dinegeri Arab, terutam Hadramaut. Sedangkan Muwalad berdarah campuran dan dilahirkan serta dibesarkan di Indonesia. Terlahir dari keluarga keturunan Arab, golongan Muwalad, A.R. Baswedan  memberikan teladan terhadap orang-orang Wulaiti maupun Muwalad bagaimana menjunjung tinggi tanah kelahiran bukan atas asal keturunan semata-mata. Biarpun dia adalah keturunan arab namun ia mengakui bahwa tanah airnya adalah Indonesia karena ia lahir dan dibesarkan dengan nilai nilai kebudayaan Indonesia bukan dengan lingkungan budaya Arab . Ia memelopori bagaimana warga keturunan harus berinteraksi dengan pribumi asli. Membaur dalam kehidupan bermasyarakat sebagai warga negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di awal awal mempraktekan cara hidup bermasyarakat dengan cara membaur dengan pribumi A.R. Baswedan banyak mendapat kecaman dari golongan Wulaiti. Mereka para golongan Wulaiti  tersebut beranggapan bahwa tanah airnya adalah arab bukanlah Indonesia. Baginya Indonesia adalah tempat mencari nafkah saja. A.R. Baswedan berani bersebrangan dengan mereka karena ia lahir dan dibesarkan di Indonesia maka ia berhak menganggap Indonesia sebagai tanah airnya.
Terlahir dari ayah Awad Baswedan dan ibu Aliyah dari Bangil di Surabaya, 9 September 1908. Berbarengan dengan tahun berdirinya Boedi Oetomo. Ia adalah seorang nasionalis sejati bagi bangsa Indonesia dan khususnya peranakan Arab-Indonesia. Ia juga jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat juga sastrawan Indonesia. Beliau juga bisa disebut salah satu Founding Fathers (Bapak Bangsa) karena tercapat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Hal 4.
Di dunia pers A.R. Baswedan seolah mendapat tempat yang menyuburkan jiwa nasionalismenya. Bersama dengan sahabatnya seorang  wartawan dan penulis kawakan Liem Koen Hian yang keturunan tionghoa, yang pada saat itu  sudah redaktur senior di harian Melayu-Tionghoa, Sin Tit Po, A.R Baswedan banyak membuat karangan yang bernuansa keindonesiaan. Selama bekerja di harian tersebut beliau banyak melepaskan kritik kritik pada pemerintah kolonial juga banyak memuat berita berita politik tentang pergerakan kemerdekaan pada saat itu.
Sebagai seorang diplomat, , beliau termasuk tokoh yang terlibat dalam diplomasi yang diketuai oleh the Grand Old Man, H. Agus Salim ke Timur Tengah  untuk menggalang  pengakuan kemerdekaan Indionesia, dan mereka berhasil mendapatkan pengakuan secara de jure dan de facto bagi kemerdekaan  Republik Indonesia yaitu dari Mesir dan Liga Arab.
Beliau juga layak menjadi teladan bagi seorang yang mengaku pejuang. Karakter tanpa pamrih yang memang seharusnya dimiliki oleh para pejuang untuk membuktikan dedikasinya terhadap apa apa yang telah diperjuangkannya. Walaupun sempat menjabat menjadi Menteri  Muda Penerangan namun rumah pun Beliau  tidak punya dan sehari-harinya beliau tinggal di rumah kontrakan. Beliau membedakan dengan jelas arti berjuang dan bekerja. Itu ia buktikan dengan tidak pernah meminta honor sebagai pengurus partai karena baginya partai adalah medan perjuangan bukan untuk mencari uang. 
Itulah teladan yang bisa kita ambil dari seorang A.R. Baswedan yang bisa berperan sebagai ayah yang sederhana, Politisi yang lihai, wartawan yang berpena tajam juga seorang sastrawan. Sebagai seorang sastrawan saya kutipkan bait syair beliau yang bertitel “Nikmat Rokhani”. Bangun, bangunlah benih!/ Jadilah pohon, berbuah bercabang,/ Biarkan panas membakar usang,/ Biarkan hujan lebat tertuang,/ Untuk khalayak, didiri malang,/ Namun adalah Tuhan Pengasih,/ Dia memberi nikmat ruhani!!. 

Senin, 21 April 2014

MELANGLANG BUANA DEMI SEBUAH KEBAHAGIAN




JUDUL                    : THE GEOGRAPHY OF BLISS: KISAH SEORANG PENGGERUTU YANG BERKELILING DUNIA MENCARI NEGARA YANG PALING MEMBAHAGIAKAN.
PENGARANG          : Eric Weiner
PENERJEMAH        : M. Rudi Atmoko
PENERBIT                : Qanita. Bandung
CETAKAN                 :  Cetakan pertama, Februari 2014
TEBAL                       : 532 halaman
ISBN                           : 978 602 1637 22 7

‘Kebahagiaan adalah hasil interaksi social. Tidak ada kebahagian manusia yang didapat dalam kesendirian’. – Karma Ura, Cendekiawan Bhutan.

Apakah kebahagian orang satu dengan lainnya mempunyai rasa yang sama di benak orang satu dan lainnya. Sejumlah pertanyaan yang membuat seorang Eric Weiner, seorang mantan reporter New York Times dan National Public Radio (NPR) bepergian untuk mencari tempat paling membahagiakan di dunia.

Sejumlah Negara menjadi tujuan perjalanannya untuk mendapat jawaban dari pergolakan batinnya tentang tempat paling membahagiakan di dunia. Ada sepuluh Negara dari berbagai latar belakang budaya yang menjadi persinggahannya. Di antara negara-negara tersebut adalah Belanda, Swiss,Bhutan, Qatar, Islandia, Moldova, Thailand, Britania Raya, India, dan Amerika. 

Saya penasaran, bagaimana kalau menghabiskan waktu selama satu tahun dengan melakukan perjalanan mengelilingi dunia, mencari tempat-tempat yang terkenal karena kekacauannya, tetapi justru itu adalah tempat-tempat bahagia yang tidak digembar-gemborkan? Tempat-tempat yang tak diragukan lagi mempunyai satu atau beberapa bahan yang kita anggap sangat penting untuk hidangan kebahagiaan sejati: di antaranya adalah uang , kesenangan, spiritualitas, keluarga, dan cokelat. Bagaimana jika Anda tinggal di Negara yang luar biasa kaya dan tak seorang pun membayar pajak? Bagaimana jika Anda tinggal di Negara tempat kegagalan adalah sebuah pilihan? Bagaimana jika Anda tinggal di Negara yang begitu demokratis sehingga Anda memberikan hak pilih  sampai tujuh kali dalam setahun? Bagaimana jika Anda tinggal di Negara tempat pemikiran  yang berlebihan dihalangi? Apakah dengan itu anda akan bahagia?(hal. 16) .
Itulah sekumpulan pertanyaan di benak  Eric Weiner yang membuatnya berkelana ke beberapa Negara hanya untuk mencari kebahagiaan. Dan apakah mereka memang  betul-betul merasakan dengan  apa yang disebut kebahagiaan itu.

Belanda adalah Negara pertama yang ia singgahi. Dengan kondisi toleransi  begitu tinggi yang  dimiliki oleh orang Belanda,  Eric malah merasakan ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan yang muncul dari rasa ketidakpedulian orang Belanda akibat toleransi yang begitu tinggi terhadap apa-apa yang dilakukan oleh orang lain.  Eric merasakan dengan situasi tersebut dirinya akan mudah untuk berbuat menyimpang karena tidak adanya kontrol sosial masyarakat.

Negara berikutnya adalah Swiss yang cukup konvensional dalam mengungkapkan kebahagiaannya. Mereka tidak pernah berlebihan dalam mengekspresikan kebahagiaan. Conjoyment adalah istilah  yang diciptakan Eric untuk orang Swiss dalam mengekspresikan kebahagiaan yang kalau diartikan adalah merasa gembira sekaligus tenang. Tentunya kita sendiri akan kesulitan merasakannya kalau kita sendiri tidak pernah bersinggungan dengan orang Swiss secara langsung. Sedangkan deskripsi yang diberikan oleh Eric sendiri masih dangkal dan pastinya akan membuat pembaca meraba-raba seperti apakah kondisi Conjoyment itu.

Dari perjalanannya tersebut ternyata ada macam-macam penyebab kebahagiaan sebuah Negara selain di kedua negara di atas misalnya, di negara petrodollar, Qatar, uang bisa menjadikannya negara yang berbahagia. Sedangkan di India bagaimana orang bisa menemukan kebahagiaan hanya dengan menjadi murid spiritual seorang Guru, tokoh agama Hindu. Bahkan yang lebih mengherankannya  adalah tetangga kita, Thailand,  di mana di sana kebahagiaan didapatkan dengan cara tidak berfikir dalam bertindak, aneh bukan? Ya itulah sebagian hasil pemetaan Eric akan kebahagiaan yang terjadi dari beberapa negara yang telah dijadikan obyek observasinya.  

Melihat sekilas buku ini jelas akan membuat orang mengira ini adalah buku travelling. Namun,   apakah ini sebuah buku travelling? Ya, dengan tegas dinyatakan oleh penulisnya sendiri,  tapi tidak sebagaimana buku perjalanan biasa. Eric menyatakan ini adalah buku perjalanan ide ide karena sebenarnya perjalanannya bukan semata-mata untuk melihat tempat-tempat eksotik suatu tempat  akan tetapi lebih pada  sebuah perjalanan untuk mencari  bahan-bahan utama yang menjadikan mengapa sebuah tempat terlihat lebih membahagiakan daripada tempat lainnya? Dan bagaimana pula lingkungan suatu tempat mempengaruhi timbulnya rasa kebahagiaan pada tempat tersebut.

Seperti kata kata yang selalu terngiang di benak Eric, ketika mengakhiri perjalanannya, yang ia dapatkan  dari  Karma Ura, cendekiawan  Bhutan, bahwa kebahagiaan seratus persen bersifat relasional karena tidak ada yang namanya kebahagiaan pribadi.

At last,  but not least sebagaimana yang kita yakini dalam agama kita masing-masing,  kebahagiaan akan diperoleh dengan cara berbagi dengan sesama. Bukan begitu? Selamat membaca!

Senin, 03 Juni 2013

RAHASIA KREATIFITAS FARIZ RM



JUDUL              : REKAYASA FIKSI (Bagaimana cara Fariz menulis lagu)
PENGARANG  : FARIZ RM
PENERBIT        : REPUBLIKA
CETAKAN        : I JUNI 2009
TEBAL              : viii+216 Halaman

Baru kali ini, sepanjang hidup, saya menulis sebuah komposisi lagu tanpa bantuan alat musik. Saya membayangkan bilah-bilah ‘keyboard’ seolah ada dihadapan saya, pura-pura menekan tuts tertentu dan menggaungkan bunyi nada tertentu, yang kemudian saya transfer notasi di buku partitur. Mulanya canggung, akan tetapi dorongan inspirasi dengan setting luar biasa yang tanpa sengaja saya temukan itu seolah menjadi kekuatan yang membangun keyakinan pada diri saya bahwa saya mampu menyelesaikan wujud komposisi yang penjiwaanya begitu saya kenal di dalam hati dan pikiran.

Kutipan di atas adalah pengakuan Fariz RM tentang bagaimana ia menggubah komposisi lagunya yang terkenal, Barcelona. Lagu  yang sangat terkenal  di era 80-an itu, ternyata digubah oleh Fariz RM hanya dengan cara menuliskan notasi lagunya dalam buku partitur-sama sekali tanpa menggunakan alat musik- luar biasa!
Inilah salah satu  isi buku yang ditulis oleh Fariz RM, yang berjudul REKAYASA FIKSI, yang secara keseluruhan memuat 20 lagu hits dari Fariz RM. Melalui bukunya ini Fariz mencoba merekonstuksi ulang setiap kenangannya dalam melahirkan sebuah komposisi lagu yang ia gubah. Secara detail, Fariz menerangkan sisi ekstrinsik yang mempengaruhi proses terjadinya lagu-lagunya, mulai dari latar, tokoh, maupun kisah-kisah yang melatarbelakangi isi cerita dari lagu yang dibuatnya.
Tentunya sangat menarik bagi kita dapat mengetahui proses kreatif  seorang Fariz RM Sebagai seorang musisi serba bisa Indonesia, yang oleh pengamat musik dianggap sebagai perwujudan generasi emas musisi Indonesia bersama Dedi Dhukun, Dian Permana Putra, Adhi M.S. dan Erwin Gutawa. Di era 80-an mereka memberi warna yang berbeda terhadap blantika musik pop Indonesia yang didominasi oleh aliran musik ‘cengeng’ yang diwakili oleh Betharia Sonata dkk.
Di samping menyajikan 20  lagu-lagu hits dari Fariz, buku ini juga menyajikan perjalanan hidup fariz RM mulai dari kecil hingga ia terjun ke dunia musik. Seperti yang diakuinya, bahwa sejak kecil Fariz memang sudah bercita-cita menjadi musisi. Pada saat itu, cita-cita tersebut sungguh aneh bagi sebagian orang tua yang lebih banyak menghendaki anak-anaknya menjadi ekonom, dokter dan ilmuwan yang lain asalkan bukan  musisi. Namun, bagi Fariz, cita-cita tersebutlah yang selalu terlintas dibenaknya setiap kali ditanya oleh orang tuanya maupun oleh teman-temannya.
Persinggungan Fariz dengan dunia musik sebenarnya dimulai sejak ia balita di mana setiap kali ibunya selesai memandikannya pasti ibunya akan meletakkan dia dipangkuannya sambil memainkan tuts-tuts piano. Keadaan itulah yang akhirnya, tanpa disadari, telah  menstimulus sense of music Fariz RM. Bahkan, ketika menjelang remaja Fariz diikutkan les piano klasik oleh ibunya. Keadaan inilah yang membuat Faris ketika remaja sangat dikagumi oleh teman sekolahnya berkenaan dengan ketrampilannya dalam bermain musik.
Ketika lepas masa SMA Faris pindah ke Bandung karena ia  diterima di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Di Bandung inilah Faris merasa bahwa idealismenya dalam bermusik semakin berkembang berkat pergaulannya dengan seniman-seniman Bandung yang penuh dengan ide-ide kreatif dan mendobrak kemapanan. Salah satu seniman Bandung  yang banyak   menginspirasinya ialah almarhum Harry Roesli.
Namun, seperti yang diakuinya, sosok yang sangat berpengaruh ketika  ia memutuskaan untuk menekuni dunia musik sebagai jalan hidupnya adalah almarhum Chrise. Dari Chrise inilah Fariz pertama kali mendapat tawaran untuk turut serta dalam mengerjakan proyek album musik soundtrack film Badai Pasti Berlalu yang sedang dikerjakan oleh Chrise. Pada saat itu, Faris diminta untuk menjadi additional player, yaitu  posisi sebagai pemain drum. Dan dari Chrise inilah Faris memperoleh nama beken yang membuat ia malang melintang di blantika musik, yaitu: Faris RM.
Kehadiran buku ini, menurut Faris, hanyalah  wujud pertanggungjawabannya sebagai makhluk yang dikaruniai oleh Sang Pencipta dengan bakat menggubah lagu. Karenanya, ia ingin membaginya  dengan orang lain. Ia berharap penggemarnya dapat merasakan perasaan yang sama dalam menghayati lagunya. Dan untuk mewujudkan  keinginan tersebut, Faris menuliskan  20 hits-hitsnya dalam bentuk partitur lagu, yang dalam penulisan partiturnya ia dibantu oleh Irsa Destiwi, yang oleh Fariz dianggap sangat mahir di bidang notasi balok.  
Gaya penyajian buku ini pun  dilakukan oleh  fariz dengan cara yang sederhana.  Hal ini ditegaskan  oleh Fariz RM sendiri bahwa dia tidak bermaksud menjelaskan hal teknis dalam proses terciptanya sebuah lagu, tak lebih hanya  sekedar untuk berbagi pengalaman dengan penggemarnya, secara simple disertai dengan istilah-istilah sederhana. Dan yang lebih menambah keeksklusifan buku ini bagi pembacanya adalah, bagi kita yang bisa membaca notasi musik (not balok), sengaja dimanjakan oleh Fariz dengan disertakannya partitur lagu yang dibahasnya agar pembaca bisa memainkan lagu tersebut sesuai dengan nada yang diinginkan oleh Fariz RM. Selamat menikmati.
OLEH : AGUS BUCHORI
STAF PERPUSTAKAAN
BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KAB. LAMONGAN