Judul
Buku : Filing System: Panduan Praktis Penataan Berkas
Penulis : Drs. Burhanudin DR, Waluyo, S.S.,
M.Hum, Titi Susanti, MAP.
Penyunting : Wahjudi Djaja, S.S
Penerbit : Gambang Buku Budaya, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Februari 2015 :
Tebal : x+101 hlm. 14 x 20 cm
ISBN : 978-602-72157-1-9
Kegiatan
pengelolaan arsip memang lekat dengan apa itu yang disebut pemberkasan (Filing). Arsip yang memberkas
menjamin adanya keutuhan informasi yang terkandung didalamnya.
Keutuhan informasi merupakan asas dalam penyelenggaraan kearsipan sebagaimana
yang tertuang dalam pasal 4 (empat) Undang-undang Nomor 43 tahun 2009 tentang
Kearsipan. Disamping keutuhan informasinya, asal usul informasi (principle of provenace), maupun aturan
asli (principle original order) dalam
pengelolaan arsip merupakan unsur unsur yang membuat arsip mempunyai tingkat
keautentikan dan keterpercayaan tinggi.
Walaupun
nilai keutuhan dan kelengkapan informasi dalam pemberkasan arsip begitu krusial akan tetapi buku referensi yang membahas
tentang tentang penataan arsip maupun pemberkasan
itu sangat jarang ditemukan di negara kita. Kebanyakan yang ada adalah manual
yang diterbitkan dalam bentuk peraturan
di lembaga publik/pemerintah sedangkan bacaan yang khusus untuk konsumsi
khalayak umum masih kurang. Kehadiran buku Filing System Panduan Praktis penataan berkas seolah menjadi angin segar bagi para praktisi kearsipan di
Indonesia.
Buku
yang ditulis oleh tiga dosen Program Diploma sekolah Vokasi UGM yaitu; Drs.
Burhanudidin DR, Waluyo, S.S., M.Hum, dan Titi Susanti, MAP, menyajikan isi
yang berbeda dengan buku sejenis yang pernah ada. Buku buku terdahulu, salah
satunya buku Manajemen Kearsipan
karangan Drs Zulkifli Amsyah, MLS. Di dalam Manajemen
Kearsipan, Drs Zulkifli Amsyah, banyak
mengupas bagaimana menata sebuah
item arsip/lembar surat bukan arsip sebagai berkas atau file. Tentunya dua istilah item arsip/lembar surat dan file/berkas berbeda dalam hal kelengkapan
informasinya; Item adalah satuan
terkecil arsip yang tidak bisa dipecah lagi informasinya sedangkan file atau
berkas adalah satu unit arsip yang disusun berdasarkan kesamaan kegiatan,
kesamaan masalah, atau kesamaan jenis.
Sebelum
menentukan sistim pemberkasan yang akan digunakan setiap organisasi hendaknya
melihat besar kecilnya rentang tugas dan fungsi organisasi serta volume
arsip yang tercipta. Dengan memahami tupoksi organisasi maka arsip yang
tercipta nantinya akan terkumpul sesuai dengan masalah dan kegiatan yang
ditanganinya.
Dalam
pelaksanaan sistim pemberkasan (filing
system) perlu dipelajari bentuk bentuk berkas karena hal ini mempengaruhi
prinsip manajemen arsip aktif yaitu kecepatan, ketepatan dan kelengkapan. Tentunya dua unsur yang pertama yaitu
kecepatan dan ketepatan bisa dicapai pada
saat proses penemuan kembali informasi
apabila arsip tertata secara per item namun kelengkapan informasinya
kurang karena arsip tersebut tidak memberkas dalam sebuah kesatuan informasi yang
utuh (hal. 8).
Ada
beberapa bentuk berkas yang diuraikan dalam buku ini;
1. Berkas
berdasarkan kesamaan kegiatan
Berkas ini berisi item
arsip/surat yang berkaitan dengan kegiatan yang sama misalnya, berkas kegiatan Ulang tahun Kemerdekaan
Republik Indonesia maka surat surat yang berhubungan dengan Ulang Tahun
Kemerdekaan akan dikumpulkan dalam satu berkas dengan indeks yang sama yaitu
HUT RI.
2. Berkas
berdasarkan kesamaan subyek atau perihal
Berkas ini akan berisi surat
surat dengan pokok masalah yang sama misalnya berkas pelatihan maka berkas
tersebut akan terdiri dari pelatihan computer, pelatihan keuangan dan pelatihan
lainnya.
3. Berkas
berdasarkan kesamaan jenis
Sedangkan untuk berkas
dengan tipe sejenis ini biasanya berisi arsip yang berupa produk hokum yaitu
peraturan dan perundangan. Berkas ini akan terkelompok dalam tiap tiap jenis
produk hokum misalnya Undang-undang, peraturan, edaran dan sebagainya dan akan
tersusun dalam tahun yang sama.
4. Berkas
perorangan
Berkas perorangan ini biasanya akan
dikelompokkan sesuai dengan nama seseorang dan akan berisi kronologi orang yang
bersangkutan apakah ia sebagai pegawai, mahasiswa, atau pasien dll dalam
kaitanya dengan tupoksi organisasi yang melibatkan namanya.
Keunggulan
yang terkandung dalam buku ini adalah
adanya langkah langkah praktik di setiap akhir Bab. Dengan cara penyajian yang
demikian, memungkinkan pembaca buku
untuk mencoba mempraktekkannya setiap selesai pembahasan karena langkah
praktiknya pun sudah disajikan secara berurutan sehingga pembaca tinggal
mengikuti prosedur yang diberikan.
Kalaupun
ada yang kurang dari penyajian buku ini adalah tidak adanya daftar istilah kearsipan. Keberadaan daftar istilah
kearsipan ini diharapkan akan mempermudah pembaca terutama pembaca yang tidak berlatarbelakang
pendidikan kearsipan.
Selain
itu ada beberapa istilah penting yang berkaitan dengan pemberkasan yaitu item, file, series, dan fond yang perlu
diberikan contoh lebih konkret namun dalam penyajiannya hanya diberikan definisi secara singkat.
Karena
pembahasan dari buku ini lebih menitik beratkan pada arsip dinamis maka
istilah series dan fond pun tidak
ada uraiannya yang lebih detail karena kedua istilah tersebut banyak
berisinggungan dengan manajemen pengelolaan arsip statis yaitu arsip yang
bernilai guna informasional dan
kesejarahan .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar