Rabu, 22 April 2015

MEMBEDAH CARA JITU MEMPEROLEH KEBAHAGIAAN.



Banyak orang bertanya-tanya bagaimana cara memperoleh kebahagiaan. Bagi penulis Awang Surya hanya dengan banyak – banyak  bersyukur dan beramal itu cukup mendekatkan seseorang untuk mendapatkan kebahagiaan. itulah yang dikatakan oleh Awang Surya dalam acara bedah bukunya, Bahagia Tanpa Menunggu Kaya, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Badan perpustakaan dan Arsip Daerah (Baperpus Arsda) Kabupaten Lamongan dan Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Lamongan pada Rabu 11 Februari 2015 di Mushola Al Quro Baperpus Arsda.

Dikatakan oleh Awang Surya bahwa buku Bahagia Tanpa Menunggu Kaya ini merupakan buah kontemplasinya selama empat puluh tahun karena buku ini ditulisnya saat ia berumur empat puluh tahun. Sebuah angka yang dianggap sebagai  titik kematangan seseorang dalam menjalani hidup. Selain itu Awang juga banyak menyitir bahwa ketidakbahagiaan yang dirasakan seseorang sebenarnya karena kekosongan ruhani masyarakat di tengah kepungan gaya hidup komsumtif. Orang hanya perlu banyak mensyukuri apa yang telah diberikan oleh sang pencipta untuk mengekang keinginan keinginannya yang sebenarnya sangat semu dan relatif.

Acara bedah buku yang dihadiri oleh beberapa siswa sma dan mahasiswa di Lamongan ini menjadi semakin riuh dengan kehadiran beberapa murid kursus menulis FLP Lamongan. Bahkan, di awal acara FLP Lamongan sempat memberikan tantangan dengan mengadakan lomba menulis dadakan dengan tema kebahagiaan  sehingga pada saat acara dialog di akhir acara bedah buku tersebut  peserta yang hadir selain  bertanya tentang isi buku juga ada yang bertanya mengenai kiat kiat menulis pada Awang Surya.
Diharapkan ke depan dengan diadakannya bedah buku ini, semakin banyak kebahagiaan yang dirasakan oleh masyarakat Lamongan dan juga semakin banyak penulis yang lahir dari Lamongan sebagaimana Awang Surya yang merupakan putra Lamongan Asli. Selamat membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar