Banyak orang bertanya-tanya
bagaimana cara memperoleh kebahagiaan. Bagi penulis Awang Surya hanya dengan
banyak – banyak bersyukur dan beramal
itu cukup mendekatkan seseorang untuk mendapatkan kebahagiaan. itulah yang
dikatakan oleh Awang Surya dalam acara bedah bukunya, Bahagia Tanpa Menunggu Kaya, yang diselenggarakan bekerja sama
dengan Badan perpustakaan dan Arsip Daerah (Baperpus Arsda) Kabupaten Lamongan
dan Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Lamongan pada Rabu 11 Februari 2015 di
Mushola Al Quro Baperpus Arsda.
Dikatakan oleh Awang Surya
bahwa buku Bahagia Tanpa Menunggu Kaya
ini merupakan buah kontemplasinya selama empat puluh tahun karena buku ini
ditulisnya saat ia berumur empat puluh tahun. Sebuah angka yang dianggap
sebagai titik kematangan seseorang dalam
menjalani hidup. Selain itu Awang juga banyak menyitir bahwa ketidakbahagiaan
yang dirasakan seseorang sebenarnya karena kekosongan ruhani masyarakat di
tengah kepungan gaya hidup komsumtif. Orang hanya perlu banyak mensyukuri apa
yang telah diberikan oleh sang pencipta untuk mengekang keinginan keinginannya
yang sebenarnya sangat semu dan relatif.
Acara bedah buku yang
dihadiri oleh beberapa siswa sma dan mahasiswa di Lamongan ini menjadi semakin
riuh dengan kehadiran beberapa murid kursus menulis FLP Lamongan. Bahkan, di
awal acara FLP Lamongan sempat memberikan tantangan dengan mengadakan lomba
menulis dadakan dengan tema kebahagiaan sehingga pada saat acara dialog di akhir acara
bedah buku tersebut peserta yang hadir selain bertanya tentang isi buku juga ada yang
bertanya mengenai kiat kiat menulis pada Awang Surya.
Diharapkan ke depan dengan
diadakannya bedah buku ini, semakin banyak kebahagiaan yang dirasakan oleh
masyarakat Lamongan dan juga semakin banyak penulis yang lahir dari Lamongan
sebagaimana Awang Surya yang merupakan putra Lamongan Asli. Selamat membaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar