Kamis, 04 Desember 2014

Anda Mau Belajar Filsafat, Dunia Sophie Sumbernya


Sebagian pembaca mungkin ada yang penasaran dengan yang namanya Filsafat. Sebuah cabang ilmu yang konon bisa membuat orang yang mempelajarinya gila bila tidak hati hati mengkajinya.

Bagi yang masih penasaran dengan apa itu filsafat cobalah Anda baca novel karangan penulis Swedia, Jostein Gardner, yang berjudul SOPHIE'S WORLD. Buku ini ada terjemahanya yang diterbitkan oleh penerbir Mizan, Bandung dengan judul Dunia Sophie. Buku ini berkisah tentang seorang ayah yang mengajari anaknya filsafat dengan cara yang unik yaitu dengan cara mberinya cerita yang didalamnya berisi dialog antara Sophie dan ahli filsafat. Dengan bahasa yang populer dalam setiap kisahnya filsafat menjadi lebih enak dan mudah dipelajari.

Sejarah awal pemikiran filosofis hingga teori big bang disajikan dengan cara yang mudah dan tidak menjemukan. Pengusaan teori filsafat penulis memberikan buku ini bisa dikatakan buku rujukan terpercaya tentang sejarah filsafat mengingat penulisnya juga seorang Dosen Filsafat di Sebuah kampus di Swedia.

Nah, untuk Anda yang gemar berfilsafat tunggu apa lagi, Segeralah baca buku itu.

Rabu, 03 Desember 2014

LEBIH AKRAB DENGAN BUKU RUJUKAN


Seringkali kita dibuat pusing dan kebingungan apabila kita membutuhkan informasi yang sebenarnya itu sepele karena  sekedar ingin mengetahui alamat sebuah perusahaan atau kedutaan sebuah negara   kita  kerepotan untuk mendapatkan jawabannya. Mau bertanya ke mana dan pada siapa kita pun ragu jangan jangan mereka juga tidak bisa memberi solusi akan masalah kita. Di sinilah pentingnya peranan buku rujukan atau buku referensi bagi orang orang yang mengalami persolan seperti yang tersebut di atas.
Keberadaan buku rujukan memang sering kali terabaikan padahal tidak semua bahan pustaka adalah bahan bacaan yang penggunaannya harus dibaca sampai tuntas berjam jam ataupun berhari-hari. Ada beberapa koleksi khusus yang fungsinya sebenarnya hanya untuk dilihat atau dibaca sekilas isinya. Dengan kata lain penggunaannya hanya  diperlukan apabila kita membutuhkan informasi singkat akan suatu hal. Informasi itu bisa berupa makna kata, alamat kantor, cara menggunakan sesuatu, lokasi maupun tanggal suatu peristiwa. Informasi yang demikian inilah  yang  biasanya akan kita temukan jawabannya dalam buku buku khusus yang memuat informasi  itu yang lazim kita sebut buku rujukan atau  buku referensi.
Di setiap perpustakaan sebenarnya menyediakan buku buku referensi semacam ini yang biasanya ditempatkan di ruang tersendiri dan  buku buku referensi ini tidak dipinjamkan untuk dibaca di rumah karena kegunaanya yang spesifik tadi, yaitu hanya digunakan sebagai rujukan singkat.  Dengan alasan tersebut itulah buku referensi tidak dipinjamkan untuk dibaca di rumah melainkan hanya untuk di baca di tempat.
Ada beberapa jenis  buku referensi yang perlu kita ketahui untuk memudahkan kita dalam menelusuri informasi singkat seperti yang tersebut di atas, di antaranya  adalah :
a.         Kamus
Daftar alfabetis kata-kata yang disertai dengan arti kata tersebut.
b.         Ensiklopedi
Daftar istilah istilah ilmu pengetahuan dengan tambahan keterangan ringkas tentang arti dari istilah tadi.
c.         Direktori
Buku yang memuat alamat alamat berbagai organisasi.
d.         Almanak
Buku yang memuat keterangan  penting di suatu saat dan tempat tertentu.
e.         Buku tahunan
Buku yang memuat peristiwa peristiwa selama setahun terakhir
f.          Buku Pedoman
Ada dua macam yaitu manual (memuat sekumpulan fakta / buku pintar) dan hanbook (yang berisi cara melakukan sesuatu/how to  do it)
Dari beberapa buku referensi yang sudah penulis  bahas diharapkan kita tidak lagi kebingungan untuk menemukan  informasi  yang kita butuhkan karena kita sudah mengetahui sumber informasi untuk mengatasi persoalan tersebut.
Agar kita terbiasa dengan buku buku referensi tentu tidak ada salahnya bila setiap kali kita berkunjung ke perpustakaan kita menengok ke ruang referensi agar kita lebih akrab dengan buku buku rujukan atau buku referensi tersebut. Dengan pemahaman yang kita punya mengenai bahan pustaka ini berarti kita telah selangkah  menuju menjadi Masyarakat Literasi yaitu masyarakat yang bisa menggunakan sumber informasi karena sekarang bukan lagi era melek huruf tapi melek informasi.  Selamat berselancar di dunia informasi.

PELAYANAN PERPUSTAKAAN HARUS S.M.A.R.T.


Keberadaan Perpustakaan Sekolah harus mampu memberikan kontribusi dalam proses belajar mengajar di sekolah. Selain pelajaran di dalam kelas , siswa diharapkan bisa memanfaatkan perpustakaan sekolah secara maksimal sehingga bisa melengkapi hasil belajarnya. Untuk lebih lebih memaksimalkan kinerja perpustakaan sekolah beberapa Pengawas Sekolah, Penilik Sekolah, dan Kepala Upt Dinas Pendidikan se-Kabupaten Lamongan mendapat penambahan wawasan mengenai Manajemen perpustakaan sekolah pada Kamis (25/4/2013) di aula Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Kabupaten Lamongan.

Kegiatan pelatihan ini diharapakan agar para penentu kebijakan di sekolah bisa lebih memperhatikan kinerja perpustakaan sekolah sehingga pemanfaatannya bisa lebih maksimal. Bagaimana cara mengelola perpustakaan sekolah dengan benar serta sesuai dengan UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional dan UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, merupakan tujuan utama manajemen perpustakaan sekolah agar perpustakaan sekolah bisa meengeksplorasi 5 fungsi yang dimilikinya yaitu; Edukatif, informatif, tanggung jawab administrasi, riset dan rekreatif. Dan pada akhirnya perpustakaan sekolah dapat dimanfaatkan oleh siswa secara maksimal.

Salah satu alasan siswa jarang memanfaatkan perpustakaan sekolah dikarenakan pelayanan yang tidak maksimal. Menurut salah satu tutor, Ibu Ulwiyatur Rif'ah A.md., mengatakan bahwa pelayanan perpustakaan sekolah harus SMART; Sepenuh Hati, Mudah, Akurat, Ramah Dan Tanggap.

Dengan kesepunuhhatian, kemudahan, keakuratan, keramahan, serta ketanggapan pengelola perpustakaan sekolah maka perpustakaan sekolah niscaya akan lebih dekat dengan siswa. Dan dengan adanya sinergi antara siswa, sebagai pengguna perpustakaan sekolah, dengan perpustakaan sekolah, sebagai penyedia jasa, maka perpustakaan sekolah secara tidak langsung telah turut serta menjadi salah satu pilar pendukung keberhasilan pendidikan nasional. Semoga.

KETURUNAN ARAB YANG MERAJUT KEINDONESIAAN



Judul              : Biografi A.R. Baswedan
                          Membangun Bangsa , Merajut Keindonesiaan
Penulis          : Suratmin dan Didi Kwartanada
Penerbit         : Penerbit Buku Kompas, Jakarta
Tahun                        : 2014
Tebal              : xliv+308 hlm
ISBN               : 978-979-709-859-9

Perjalanana berdirinya negara Indonesia tidak terlepas dari perjuangan orang-orang yang bukan      warga negara asli Indonesia. Mereka adalah para warga keturunan yang berdedikasi dan mengakui bahwa walaupun mereka adalah peranakan ada yang keturunan  Tionghoa, Arab dan  Eropa. Mereka lahir dan dibesarkan di bumi pertiwi Indonesia. Salah satu di antara warga keturunan Arab  yang peranannya tidak bisa dibilang kecil dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia  adalah Abdul Rahman Baswedan yang lebih dikenal A.R. Baswedan.

Di antara warga keturuna Arab Indonesia terbagi menjadi dua golongan; kaum Arab Asli (Wulaiti/totok) dan kaum keturunan Arab (Muwalad/peranakan). Kaum Wulaiti berdarah Arab murni dan biasanya lahir serta besar dinegeri Arab, terutam Hadramaut. Sedangkan Muwalad berdarah campuran dan dilahirkan serta dibesarkan di Indonesia. Terlahir dari keluarga keturunan Arab, golongan Muwalad, A.R. Baswedan  memberikan teladan terhadap orang-orang Wulaiti maupun Muwalad bagaimana menjunjung tinggi tanah kelahiran bukan atas asal keturunan semata-mata. Biarpun dia adalah keturunan arab namun ia mengakui bahwa tanah airnya adalah Indonesia karena ia lahir dan dibesarkan dengan nilai nilai kebudayaan Indonesia bukan dengan lingkungan budaya Arab . Ia memelopori bagaimana warga keturunan harus berinteraksi dengan pribumi asli. Membaur dalam kehidupan bermasyarakat sebagai warga negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di awal awal mempraktekan cara hidup bermasyarakat dengan cara membaur dengan pribumi A.R. Baswedan banyak mendapat kecaman dari golongan Wulaiti. Mereka para golongan Wulaiti  tersebut beranggapan bahwa tanah airnya adalah arab bukanlah Indonesia. Baginya Indonesia adalah tempat mencari nafkah saja. A.R. Baswedan berani bersebrangan dengan mereka karena ia lahir dan dibesarkan di Indonesia maka ia berhak menganggap Indonesia sebagai tanah airnya.
Terlahir dari ayah Awad Baswedan dan ibu Aliyah dari Bangil di Surabaya, 9 September 1908. Berbarengan dengan tahun berdirinya Boedi Oetomo. Ia adalah seorang nasionalis sejati bagi bangsa Indonesia dan khususnya peranakan Arab-Indonesia. Ia juga jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat juga sastrawan Indonesia. Beliau juga bisa disebut salah satu Founding Fathers (Bapak Bangsa) karena tercapat sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Hal 4.
Di dunia pers A.R. Baswedan seolah mendapat tempat yang menyuburkan jiwa nasionalismenya. Bersama dengan sahabatnya seorang  wartawan dan penulis kawakan Liem Koen Hian yang keturunan tionghoa, yang pada saat itu  sudah redaktur senior di harian Melayu-Tionghoa, Sin Tit Po, A.R Baswedan banyak membuat karangan yang bernuansa keindonesiaan. Selama bekerja di harian tersebut beliau banyak melepaskan kritik kritik pada pemerintah kolonial juga banyak memuat berita berita politik tentang pergerakan kemerdekaan pada saat itu.
Sebagai seorang diplomat, , beliau termasuk tokoh yang terlibat dalam diplomasi yang diketuai oleh the Grand Old Man, H. Agus Salim ke Timur Tengah  untuk menggalang  pengakuan kemerdekaan Indionesia, dan mereka berhasil mendapatkan pengakuan secara de jure dan de facto bagi kemerdekaan  Republik Indonesia yaitu dari Mesir dan Liga Arab.
Beliau juga layak menjadi teladan bagi seorang yang mengaku pejuang. Karakter tanpa pamrih yang memang seharusnya dimiliki oleh para pejuang untuk membuktikan dedikasinya terhadap apa apa yang telah diperjuangkannya. Walaupun sempat menjabat menjadi Menteri  Muda Penerangan namun rumah pun Beliau  tidak punya dan sehari-harinya beliau tinggal di rumah kontrakan. Beliau membedakan dengan jelas arti berjuang dan bekerja. Itu ia buktikan dengan tidak pernah meminta honor sebagai pengurus partai karena baginya partai adalah medan perjuangan bukan untuk mencari uang. 
Itulah teladan yang bisa kita ambil dari seorang A.R. Baswedan yang bisa berperan sebagai ayah yang sederhana, Politisi yang lihai, wartawan yang berpena tajam juga seorang sastrawan. Sebagai seorang sastrawan saya kutipkan bait syair beliau yang bertitel “Nikmat Rokhani”. Bangun, bangunlah benih!/ Jadilah pohon, berbuah bercabang,/ Biarkan panas membakar usang,/ Biarkan hujan lebat tertuang,/ Untuk khalayak, didiri malang,/ Namun adalah Tuhan Pengasih,/ Dia memberi nikmat ruhani!!. 

Senin, 21 April 2014

MELANGLANG BUANA DEMI SEBUAH KEBAHAGIAN




JUDUL                    : THE GEOGRAPHY OF BLISS: KISAH SEORANG PENGGERUTU YANG BERKELILING DUNIA MENCARI NEGARA YANG PALING MEMBAHAGIAKAN.
PENGARANG          : Eric Weiner
PENERJEMAH        : M. Rudi Atmoko
PENERBIT                : Qanita. Bandung
CETAKAN                 :  Cetakan pertama, Februari 2014
TEBAL                       : 532 halaman
ISBN                           : 978 602 1637 22 7

‘Kebahagiaan adalah hasil interaksi social. Tidak ada kebahagian manusia yang didapat dalam kesendirian’. – Karma Ura, Cendekiawan Bhutan.

Apakah kebahagian orang satu dengan lainnya mempunyai rasa yang sama di benak orang satu dan lainnya. Sejumlah pertanyaan yang membuat seorang Eric Weiner, seorang mantan reporter New York Times dan National Public Radio (NPR) bepergian untuk mencari tempat paling membahagiakan di dunia.

Sejumlah Negara menjadi tujuan perjalanannya untuk mendapat jawaban dari pergolakan batinnya tentang tempat paling membahagiakan di dunia. Ada sepuluh Negara dari berbagai latar belakang budaya yang menjadi persinggahannya. Di antara negara-negara tersebut adalah Belanda, Swiss,Bhutan, Qatar, Islandia, Moldova, Thailand, Britania Raya, India, dan Amerika. 

Saya penasaran, bagaimana kalau menghabiskan waktu selama satu tahun dengan melakukan perjalanan mengelilingi dunia, mencari tempat-tempat yang terkenal karena kekacauannya, tetapi justru itu adalah tempat-tempat bahagia yang tidak digembar-gemborkan? Tempat-tempat yang tak diragukan lagi mempunyai satu atau beberapa bahan yang kita anggap sangat penting untuk hidangan kebahagiaan sejati: di antaranya adalah uang , kesenangan, spiritualitas, keluarga, dan cokelat. Bagaimana jika Anda tinggal di Negara yang luar biasa kaya dan tak seorang pun membayar pajak? Bagaimana jika Anda tinggal di Negara tempat kegagalan adalah sebuah pilihan? Bagaimana jika Anda tinggal di Negara yang begitu demokratis sehingga Anda memberikan hak pilih  sampai tujuh kali dalam setahun? Bagaimana jika Anda tinggal di Negara tempat pemikiran  yang berlebihan dihalangi? Apakah dengan itu anda akan bahagia?(hal. 16) .
Itulah sekumpulan pertanyaan di benak  Eric Weiner yang membuatnya berkelana ke beberapa Negara hanya untuk mencari kebahagiaan. Dan apakah mereka memang  betul-betul merasakan dengan  apa yang disebut kebahagiaan itu.

Belanda adalah Negara pertama yang ia singgahi. Dengan kondisi toleransi  begitu tinggi yang  dimiliki oleh orang Belanda,  Eric malah merasakan ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan yang muncul dari rasa ketidakpedulian orang Belanda akibat toleransi yang begitu tinggi terhadap apa-apa yang dilakukan oleh orang lain.  Eric merasakan dengan situasi tersebut dirinya akan mudah untuk berbuat menyimpang karena tidak adanya kontrol sosial masyarakat.

Negara berikutnya adalah Swiss yang cukup konvensional dalam mengungkapkan kebahagiaannya. Mereka tidak pernah berlebihan dalam mengekspresikan kebahagiaan. Conjoyment adalah istilah  yang diciptakan Eric untuk orang Swiss dalam mengekspresikan kebahagiaan yang kalau diartikan adalah merasa gembira sekaligus tenang. Tentunya kita sendiri akan kesulitan merasakannya kalau kita sendiri tidak pernah bersinggungan dengan orang Swiss secara langsung. Sedangkan deskripsi yang diberikan oleh Eric sendiri masih dangkal dan pastinya akan membuat pembaca meraba-raba seperti apakah kondisi Conjoyment itu.

Dari perjalanannya tersebut ternyata ada macam-macam penyebab kebahagiaan sebuah Negara selain di kedua negara di atas misalnya, di negara petrodollar, Qatar, uang bisa menjadikannya negara yang berbahagia. Sedangkan di India bagaimana orang bisa menemukan kebahagiaan hanya dengan menjadi murid spiritual seorang Guru, tokoh agama Hindu. Bahkan yang lebih mengherankannya  adalah tetangga kita, Thailand,  di mana di sana kebahagiaan didapatkan dengan cara tidak berfikir dalam bertindak, aneh bukan? Ya itulah sebagian hasil pemetaan Eric akan kebahagiaan yang terjadi dari beberapa negara yang telah dijadikan obyek observasinya.  

Melihat sekilas buku ini jelas akan membuat orang mengira ini adalah buku travelling. Namun,   apakah ini sebuah buku travelling? Ya, dengan tegas dinyatakan oleh penulisnya sendiri,  tapi tidak sebagaimana buku perjalanan biasa. Eric menyatakan ini adalah buku perjalanan ide ide karena sebenarnya perjalanannya bukan semata-mata untuk melihat tempat-tempat eksotik suatu tempat  akan tetapi lebih pada  sebuah perjalanan untuk mencari  bahan-bahan utama yang menjadikan mengapa sebuah tempat terlihat lebih membahagiakan daripada tempat lainnya? Dan bagaimana pula lingkungan suatu tempat mempengaruhi timbulnya rasa kebahagiaan pada tempat tersebut.

Seperti kata kata yang selalu terngiang di benak Eric, ketika mengakhiri perjalanannya, yang ia dapatkan  dari  Karma Ura, cendekiawan  Bhutan, bahwa kebahagiaan seratus persen bersifat relasional karena tidak ada yang namanya kebahagiaan pribadi.

At last,  but not least sebagaimana yang kita yakini dalam agama kita masing-masing,  kebahagiaan akan diperoleh dengan cara berbagi dengan sesama. Bukan begitu? Selamat membaca!