JUDUL :
Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009
PENULIS : Muhidin
M. Dahlan dkk.
PENERBIT : GELARAN
BUDAYA, Yogyakarta , 2009
TEBAL : 872
hlm.
Apakah anda seorang yang menggeluti dunia seni rupa dan merindukan referensi
yang komprehensif tentang seni rupa? Bila anda mengiyakan pertanyaan saya maka
anda layak gembira karena buku referensi yang mampu menjawab kegelisahan anda
sudah muncul di belantika perbukuan Indonesia . Ya buku tersebut
berjudul Gelaran Almanak Seni Rupa Yogya 1999-2009 (gelaran ASRY).
Dunia seni rupa sangatlah luas cakupannya walaupun bisa kita sederhanakan hanya dua bidang yaitu seni
murni dan desain-baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Melalui Buku Gelaran
ASRY ini kita bisa menelisik lebih dalam kedua cabang seni rupa tersebut tanpa
takut kehabisan informasi yang kita butuhkan. Di kategori seni murni; lukis, patung, dan
komik tak luput dari pembahasan. Begitu pun di bidang desain mulai dari batik,
keris, dan kriya juga sangat dalam dibahasnya. Disertai keterangan mengenai
riwayat hidup para maestro-maestro dibidang tersebut, menjadi lengkaplah
informasi yang disajikan oleh Gelaran ASRY ini.
Walaupun yang disuguhkan lebih banyak bersetting Yogya, namun buku ini
sangat representatif untuk dijadikan referensi mengingat Yogya dianggap sebagai
barometer seni rupa Indonesia . Meski berbentuk almanak, yang biasannya hanya
menyajikan kronologi suatu peristiwa dalam
kurun waktu tertentu, kenyataannya Gelaran ASRY ini berbeda sekali
dengan buku almanak kebanyakan. Di sana
banyak sekali terangkum entri yang bervariasi. Bahkan penerbitnya sendiri
menyebut buku ini adalah almanak plus karena teknik penyajiannya menggabungkan
beberapa model: Ensiklopedia, Kamus, Kronik, Apa dan siapa, katalog maupun
seperti tampilan Yellow pages (Nama
dan Alamat). Bisa dikatakan buku ini merupakan bank data seni rupa Yogyakarta .
Dengan teknik penyajian yang beragam ini kita bisa mencari istilah dengan
cepat, karena penyajiannya model kamus, apabila kita ingin mengetahui tokoh seni
rupa pun kita tidak kesulitan karena dengan menggunakan teknik penyajian apa
dan siapa, buku ini pun bisa menjawab keingintahuan kita. Bahkan yang lebih menarik
lagi adalah bagaimana dengan lihainya
buku ini mampu memberikan penjelasan ringkas terhadap pokok bahasan tertentu
yang berkaitan dengan dunia seni rupa karena teknik penyajiannya yang sangat
ensiklopedis.
Namun yang lebih banyak menjadi bahasan di buku ini adalah perjalanan
proses kreatif seniman yogyakarta yang terangkum secara kronologis mulai dari
Januari 1999 sampai Desember 2009. mulai dari pameran, seminar, obituari
seniman, lelang maupun artikel yang
termuat di suratkabar terangkum rapi dan berurut per tanggal.
Masih ada lagi kelebihan dari gelaran ASRY ini, yaitu memuat karya-karya
senirupa dari seniman-seniman Yogyakarta . Dimulai dari sang maestro Affandi, Joko
Pekik sampai seniman seniman muda yang saat ini karyanya banyak meramaikan
balai lelang seni dalam negeri maupun manca Negara di antaranya Jumadil Alfi, I
Nyoman Masriadi, Alit Sembodo dan teman-teman seangkatannya. Dan semua karya
yang dimuat tersebut disajikan dengan berwarna. Dalam hal ini Gelaran ASRY oleh
penerbitnya diharapkan bisa menjadi sebuah galeri tanpa dinding.
Akhirnya, dengan sedikit kekurangan, karena lebih banyak mengulas dunia
seni rupa ‘lokal’ (Yogyakarta), semoga buku ini bisa menjadi oase yang bisa
menghapus dahaga kita akan referensi yang komprehensif di bidang seni rupa.
Semoga.
Peresensi: Agus Buchori
Penikmat Budaya Rupa
Tinggal di Paciran, Lamongan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar