Senin, 03 Juni 2013

DAN SEGALANYA TENTANG SENI RUPA



JUDUL           : Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009
PENULIS       : Muhidin M. Dahlan dkk.
PENERBIT     : GELARAN BUDAYA, Yogyakarta, 2009
TEBAL           : 872 hlm.

Apakah anda seorang yang menggeluti dunia seni rupa dan merindukan referensi yang komprehensif tentang seni rupa? Bila anda mengiyakan pertanyaan saya maka anda layak gembira karena buku referensi yang mampu menjawab kegelisahan anda sudah muncul di belantika perbukuan Indonesia. Ya buku tersebut berjudul Gelaran Almanak Seni Rupa Yogya 1999-2009 (gelaran ASRY).
Dunia seni rupa sangatlah luas cakupannya walaupun bisa  kita sederhanakan hanya dua bidang yaitu seni murni dan desain-baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Melalui Buku Gelaran ASRY ini kita bisa menelisik lebih dalam kedua cabang seni rupa tersebut tanpa takut kehabisan informasi yang kita butuhkan.  Di kategori seni murni; lukis, patung, dan komik tak luput dari pembahasan. Begitu pun di bidang desain mulai dari batik, keris, dan kriya juga sangat dalam dibahasnya. Disertai keterangan mengenai riwayat hidup para maestro-maestro dibidang tersebut, menjadi lengkaplah informasi yang disajikan oleh Gelaran ASRY ini.
Walaupun yang disuguhkan lebih banyak bersetting Yogya, namun buku ini sangat representatif untuk dijadikan referensi mengingat Yogya dianggap sebagai barometer seni rupa Indonesia.  Meski berbentuk almanak, yang biasannya hanya menyajikan kronologi suatu peristiwa dalam  kurun waktu tertentu, kenyataannya Gelaran ASRY ini berbeda sekali dengan buku almanak kebanyakan. Di sana banyak sekali terangkum entri yang bervariasi. Bahkan penerbitnya sendiri menyebut buku ini adalah almanak plus karena teknik penyajiannya menggabungkan beberapa model: Ensiklopedia, Kamus, Kronik, Apa dan siapa, katalog maupun seperti tampilan Yellow pages (Nama dan Alamat). Bisa dikatakan buku ini merupakan bank data seni rupa Yogyakarta.
Dengan teknik penyajian yang beragam ini kita bisa mencari istilah dengan cepat, karena penyajiannya model kamus, apabila kita ingin mengetahui tokoh seni rupa pun kita tidak kesulitan karena dengan menggunakan teknik penyajian apa dan siapa, buku ini pun bisa menjawab keingintahuan kita. Bahkan yang lebih menarik lagi  adalah bagaimana dengan lihainya buku ini mampu memberikan penjelasan ringkas terhadap pokok bahasan tertentu yang berkaitan dengan dunia seni rupa karena teknik penyajiannya yang sangat ensiklopedis.
Namun yang lebih banyak menjadi bahasan di buku ini adalah perjalanan proses kreatif seniman yogyakarta yang terangkum secara kronologis mulai dari Januari 1999 sampai Desember 2009. mulai dari pameran, seminar, obituari seniman, lelang  maupun artikel yang termuat di suratkabar terangkum rapi dan berurut per tanggal.
Masih ada lagi kelebihan dari gelaran ASRY ini, yaitu memuat karya-karya senirupa dari seniman-seniman  Yogyakarta . Dimulai dari sang maestro Affandi, Joko Pekik sampai seniman seniman muda yang saat ini karyanya banyak meramaikan balai lelang seni dalam negeri maupun manca Negara di antaranya Jumadil Alfi, I Nyoman Masriadi, Alit Sembodo dan teman-teman seangkatannya. Dan semua karya yang dimuat tersebut disajikan dengan berwarna. Dalam hal ini Gelaran ASRY oleh penerbitnya diharapkan bisa menjadi sebuah galeri tanpa dinding.
Akhirnya, dengan sedikit kekurangan, karena lebih banyak mengulas dunia seni rupa ‘lokal’ (Yogyakarta), semoga buku ini bisa menjadi oase yang bisa menghapus dahaga kita akan referensi yang komprehensif di bidang seni rupa. Semoga.
Peresensi: Agus Buchori
Penikmat Budaya Rupa
Tinggal di Paciran, Lamongan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar