Senin, 21 April 2014

MELANGLANG BUANA DEMI SEBUAH KEBAHAGIAN




JUDUL                    : THE GEOGRAPHY OF BLISS: KISAH SEORANG PENGGERUTU YANG BERKELILING DUNIA MENCARI NEGARA YANG PALING MEMBAHAGIAKAN.
PENGARANG          : Eric Weiner
PENERJEMAH        : M. Rudi Atmoko
PENERBIT                : Qanita. Bandung
CETAKAN                 :  Cetakan pertama, Februari 2014
TEBAL                       : 532 halaman
ISBN                           : 978 602 1637 22 7

‘Kebahagiaan adalah hasil interaksi social. Tidak ada kebahagian manusia yang didapat dalam kesendirian’. – Karma Ura, Cendekiawan Bhutan.

Apakah kebahagian orang satu dengan lainnya mempunyai rasa yang sama di benak orang satu dan lainnya. Sejumlah pertanyaan yang membuat seorang Eric Weiner, seorang mantan reporter New York Times dan National Public Radio (NPR) bepergian untuk mencari tempat paling membahagiakan di dunia.

Sejumlah Negara menjadi tujuan perjalanannya untuk mendapat jawaban dari pergolakan batinnya tentang tempat paling membahagiakan di dunia. Ada sepuluh Negara dari berbagai latar belakang budaya yang menjadi persinggahannya. Di antara negara-negara tersebut adalah Belanda, Swiss,Bhutan, Qatar, Islandia, Moldova, Thailand, Britania Raya, India, dan Amerika. 

Saya penasaran, bagaimana kalau menghabiskan waktu selama satu tahun dengan melakukan perjalanan mengelilingi dunia, mencari tempat-tempat yang terkenal karena kekacauannya, tetapi justru itu adalah tempat-tempat bahagia yang tidak digembar-gemborkan? Tempat-tempat yang tak diragukan lagi mempunyai satu atau beberapa bahan yang kita anggap sangat penting untuk hidangan kebahagiaan sejati: di antaranya adalah uang , kesenangan, spiritualitas, keluarga, dan cokelat. Bagaimana jika Anda tinggal di Negara yang luar biasa kaya dan tak seorang pun membayar pajak? Bagaimana jika Anda tinggal di Negara tempat kegagalan adalah sebuah pilihan? Bagaimana jika Anda tinggal di Negara yang begitu demokratis sehingga Anda memberikan hak pilih  sampai tujuh kali dalam setahun? Bagaimana jika Anda tinggal di Negara tempat pemikiran  yang berlebihan dihalangi? Apakah dengan itu anda akan bahagia?(hal. 16) .
Itulah sekumpulan pertanyaan di benak  Eric Weiner yang membuatnya berkelana ke beberapa Negara hanya untuk mencari kebahagiaan. Dan apakah mereka memang  betul-betul merasakan dengan  apa yang disebut kebahagiaan itu.

Belanda adalah Negara pertama yang ia singgahi. Dengan kondisi toleransi  begitu tinggi yang  dimiliki oleh orang Belanda,  Eric malah merasakan ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan yang muncul dari rasa ketidakpedulian orang Belanda akibat toleransi yang begitu tinggi terhadap apa-apa yang dilakukan oleh orang lain.  Eric merasakan dengan situasi tersebut dirinya akan mudah untuk berbuat menyimpang karena tidak adanya kontrol sosial masyarakat.

Negara berikutnya adalah Swiss yang cukup konvensional dalam mengungkapkan kebahagiaannya. Mereka tidak pernah berlebihan dalam mengekspresikan kebahagiaan. Conjoyment adalah istilah  yang diciptakan Eric untuk orang Swiss dalam mengekspresikan kebahagiaan yang kalau diartikan adalah merasa gembira sekaligus tenang. Tentunya kita sendiri akan kesulitan merasakannya kalau kita sendiri tidak pernah bersinggungan dengan orang Swiss secara langsung. Sedangkan deskripsi yang diberikan oleh Eric sendiri masih dangkal dan pastinya akan membuat pembaca meraba-raba seperti apakah kondisi Conjoyment itu.

Dari perjalanannya tersebut ternyata ada macam-macam penyebab kebahagiaan sebuah Negara selain di kedua negara di atas misalnya, di negara petrodollar, Qatar, uang bisa menjadikannya negara yang berbahagia. Sedangkan di India bagaimana orang bisa menemukan kebahagiaan hanya dengan menjadi murid spiritual seorang Guru, tokoh agama Hindu. Bahkan yang lebih mengherankannya  adalah tetangga kita, Thailand,  di mana di sana kebahagiaan didapatkan dengan cara tidak berfikir dalam bertindak, aneh bukan? Ya itulah sebagian hasil pemetaan Eric akan kebahagiaan yang terjadi dari beberapa negara yang telah dijadikan obyek observasinya.  

Melihat sekilas buku ini jelas akan membuat orang mengira ini adalah buku travelling. Namun,   apakah ini sebuah buku travelling? Ya, dengan tegas dinyatakan oleh penulisnya sendiri,  tapi tidak sebagaimana buku perjalanan biasa. Eric menyatakan ini adalah buku perjalanan ide ide karena sebenarnya perjalanannya bukan semata-mata untuk melihat tempat-tempat eksotik suatu tempat  akan tetapi lebih pada  sebuah perjalanan untuk mencari  bahan-bahan utama yang menjadikan mengapa sebuah tempat terlihat lebih membahagiakan daripada tempat lainnya? Dan bagaimana pula lingkungan suatu tempat mempengaruhi timbulnya rasa kebahagiaan pada tempat tersebut.

Seperti kata kata yang selalu terngiang di benak Eric, ketika mengakhiri perjalanannya, yang ia dapatkan  dari  Karma Ura, cendekiawan  Bhutan, bahwa kebahagiaan seratus persen bersifat relasional karena tidak ada yang namanya kebahagiaan pribadi.

At last,  but not least sebagaimana yang kita yakini dalam agama kita masing-masing,  kebahagiaan akan diperoleh dengan cara berbagi dengan sesama. Bukan begitu? Selamat membaca!

Sabtu, 27 Juli 2013

Ebook

Ebook atau buku virtual. Paperless book. Atau apalagi namanya telah memberikan kemudahan bagi para penggemar buku. Di tengah gencarnya gadget yang multi fungsi untuk menggapai informasi sehingga sedikit mengabaikan keintiman seseorang dengan buku konvensional.

Dengan adanya aplikasi pembaca ebook yang terintegrasi di smartphone sedikit membantu pecinta buku untuk tidak memutus hubungan dengan buku. Sebagai bibliomania, kemudahan gadget tidak akan serta merta membuat mereka berpaling  dalam lautan katakata. Walaupun bau kertas tak hadir ketika membaca ebook, namun keheningan masih terasa hadir lewat layar elektronik.

Minggu, 09 Juni 2013

MENARIK PEMUSTAKA KE PERPUSTAKAAN




Beberapa kiat yang perlu dilakukan pengelola perpustakaan untuk menarik pemustaka berkunjung ke perpustakaan.

1. Pemasyarakatan Gerakan Peningkatan Minat Baca
Gerakan peningkatan minat baca merupakan unsur penting yang perlu mendapat perhatian serius di semua kalangan. Minat baca tidak bisa muncul tiba-tiba tapi harus dipupuk sejak dini dan perlu upaya-upaya yang maksimal untuk mewujudkannya.
Seperti yang dilansir oleh Taufik Ismail, Bahwa Negara kita adalah bangsa dengan minat baca yang rendah di antara bangsa-bangsa di dunia. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses peningkatan minat baca karena bangsa kita bangsa yang lebih familiar dengan budaya tutur.
Beberapa cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat ialah:
a. Sosialisasi bacaan ke keluaraga
Peningkatan minat baca bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Dari keluarga inilah diharapkan orangtua mulai menanamkan kecintaan anak-anaknya untuk mencintai bacaan, misalnya dilakukan dengan membacakan buku cerita pada anak-anak menjelang tidur. Apabila dilakukan secara kontinyu, kegiatan ini lambat laun akan menggugah anak untuk membaca sendiri.
Peran perpustakaan di sini bisa dilakukan dengan jalan mengadakan lomba mendongeng orang tua kepada anaknya.
Ketika kebiasaan membaca sudah tertanam di setiap keluarga maka kebutuhan akan bahan bacaan akan meningkat dan diharapkan mereka akhirnya akan mencari tempat sumber koleksi bacaan. Dari sinilah perpustakaan diharapkan untuk menangkap kegelisahan masyarakat yang haus akan bacaan.
b. Mengundang anak TK/PAUD Kunjungan ke Perpustakaan
Kegiatan ini bisa berupa; mewarnai, membaca, dan bisa juga melihat film yang diputar di perpustakaan. Aktivitas ini secara tidak langsung bisa memberikan pengalaman kepada anak-anak mengenai aktivitas perpustakaan. Anak-anak secara tidak langsung akan mengamati perilaku pengunjung dan petugas perpustakaan ketika mereka berada di ruang perpustakaan. Dari sini diharapkan mereka tidak canggung lagi ketika harus berkunjung sendiri ke perpustakaan kelak.
c. Mengadakan lomba membaca naskah sastra
Lomba membaca naskah sastra merupakan salah satu kegiatan yang dapat merangsang minat baca. Ini disebabkan karena masing-masing individu mempunyai selera yang berbeda. Mereka akan memilih dan memilah jenis bacaan yang sesuai dengan perasaannya.
Dari beberapa poin di atas diharapkan nantinya bisa tercipta kebiasaan membaca di masyarakat sehingga tercipta suatu kondisi masyarakat pembelajar sepanjang hayat ( long life education ).
2. Promosi Perpustakaan
Promosi perpustakaan adalah kegiatan pengenalan sosialisasi mengenai seluk beluk dunia perpustakaan. Tujuan dari promosi perpustakaan ini adalah:
· Untuk menginformasikan kepada pemakai layanan dan program kegiatan yang ada di perpustakaan;
· Untuk menbangkitkan minat dan keinginan pemakai terhadap perpustakaan dan layanannya;
· Untuk memelihara kesadaran pemakai terhadap layanan perpustakaan;
· Untuk meningkatkan penggunaan perpustakaan.
Jika melihat dari tujuan promosi perpustakaan tersebut maka diperlukan cara-cara yang jitu sebagaimana cara-cara promosi di dunia usaha supaya promosi perpustakaan bisa tepat sasaran dan menghasilkan hasil yang optimal.
Beberapa Sarana Promosi
1. Menggunakan media elektronik
a. Media televisi
Media televisi sangat efektif dipakai untuk memromosikan suatu produk barang atau jasa karena jangkauannya yang luas dan juga karena bentuk medianya yang audio visual.
b. Internet
Yaitu melalui penggunaan website yang menarik bagi perpustakaan yang bersangkutan akan memancing user untuk mendatangi perpustakaan tersebut. Website ini bisa menjadi perwakilan perpustakaan di dunia maya. Di sini bisa ditunjukkan seluk beluk perpustakaan mulai dari cara pendaftaran, Gedung, daftar koleksi, dan informasi lainnya.
c. Radio
Bagi perpustakaan lokal bisa memanfaatkan media radio untuk perpustakaannya. Mengingat radio adalah media audio maka bentuk atau isi iklannya dititik beratkan pada informasi-informasi insidental. Misalnya program perpustakaan yang berlangsung hanya mingguan.
2. Media Cetak
a. Surat kabar
Media surat kabar ini bisa dipakai untuk mendisplaikan buku-buku terbaru atau buku-buku yang sedang best seller di pasaran dan sudah dimiliki oleh perpustakaan.
b. Majalah
Majalah bisa dipakai untuk menampilkan profil singkat perpustakaan serta apa saja keunggulan maupun kekhasan sebuah perpustakaan yang bersangkutan yang tidak dimiliki oleh perpustakaan lainnnya.
c. Brosur
Brosur sangat efektif dipakai untuk memberikan informasi yang sifatnya beralur misalnya, cara menjadi anggota, di situ ditunjukkan prosesnya mulai dari datang ke perpustakaan sampai mendapat kartu anggota hinnga terjadi proses transaksi meminjam buku.
3. Pameran
Pameran buku merupakan ajang yang bagus untuk memancing masyarakat datang ke perpustakaan. Dengan rajin mengikuti pameran buku maupun mengadakan pameran sendiri akan membuat perpustakaan dikenal secara langsung oleh masyarakat.