Buku tidak selayaknya dihadapi dengan kekuatan fisik. Buku harus dilawan dengan buku. Jika ada buku yang isinya kita tentang maka harus kita tentang dengan buku juga.
Bagiku buku hanyalah kata kata statis tanpa pembaca. Kita serang pembaca buku dengan menghadirkan buku tandingannya.
Tentu adu strategi pasar ikut bermain dalam hal ini. Bagaimana kita menciptakan ruang bertarung sebuah buku akan membutuhkan kecerdikan pemasaran kedua penerbit.
Kita sering terkecoh pada pertarungan penerbit buku sehingga termakan hasutan untuk menafikan buku yang sedang laris dengan tuduhan tuduhan yang secara tak kasat mata ada tangan dari para penerbit itu sendiri.
Yang paling membosankan adalah isyu buku kiri dan kanan. Bagiku buku tak ada di pihak kiri atau kanan. Buku ada di jalan tengah pengetahuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar