Sabtu, 27 Juli 2013

Ebook

Ebook atau buku virtual. Paperless book. Atau apalagi namanya telah memberikan kemudahan bagi para penggemar buku. Di tengah gencarnya gadget yang multi fungsi untuk menggapai informasi sehingga sedikit mengabaikan keintiman seseorang dengan buku konvensional.

Dengan adanya aplikasi pembaca ebook yang terintegrasi di smartphone sedikit membantu pecinta buku untuk tidak memutus hubungan dengan buku. Sebagai bibliomania, kemudahan gadget tidak akan serta merta membuat mereka berpaling  dalam lautan katakata. Walaupun bau kertas tak hadir ketika membaca ebook, namun keheningan masih terasa hadir lewat layar elektronik.

Minggu, 09 Juni 2013

MENARIK PEMUSTAKA KE PERPUSTAKAAN




Beberapa kiat yang perlu dilakukan pengelola perpustakaan untuk menarik pemustaka berkunjung ke perpustakaan.

1. Pemasyarakatan Gerakan Peningkatan Minat Baca
Gerakan peningkatan minat baca merupakan unsur penting yang perlu mendapat perhatian serius di semua kalangan. Minat baca tidak bisa muncul tiba-tiba tapi harus dipupuk sejak dini dan perlu upaya-upaya yang maksimal untuk mewujudkannya.
Seperti yang dilansir oleh Taufik Ismail, Bahwa Negara kita adalah bangsa dengan minat baca yang rendah di antara bangsa-bangsa di dunia. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses peningkatan minat baca karena bangsa kita bangsa yang lebih familiar dengan budaya tutur.
Beberapa cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat ialah:
a. Sosialisasi bacaan ke keluaraga
Peningkatan minat baca bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Dari keluarga inilah diharapkan orangtua mulai menanamkan kecintaan anak-anaknya untuk mencintai bacaan, misalnya dilakukan dengan membacakan buku cerita pada anak-anak menjelang tidur. Apabila dilakukan secara kontinyu, kegiatan ini lambat laun akan menggugah anak untuk membaca sendiri.
Peran perpustakaan di sini bisa dilakukan dengan jalan mengadakan lomba mendongeng orang tua kepada anaknya.
Ketika kebiasaan membaca sudah tertanam di setiap keluarga maka kebutuhan akan bahan bacaan akan meningkat dan diharapkan mereka akhirnya akan mencari tempat sumber koleksi bacaan. Dari sinilah perpustakaan diharapkan untuk menangkap kegelisahan masyarakat yang haus akan bacaan.
b. Mengundang anak TK/PAUD Kunjungan ke Perpustakaan
Kegiatan ini bisa berupa; mewarnai, membaca, dan bisa juga melihat film yang diputar di perpustakaan. Aktivitas ini secara tidak langsung bisa memberikan pengalaman kepada anak-anak mengenai aktivitas perpustakaan. Anak-anak secara tidak langsung akan mengamati perilaku pengunjung dan petugas perpustakaan ketika mereka berada di ruang perpustakaan. Dari sini diharapkan mereka tidak canggung lagi ketika harus berkunjung sendiri ke perpustakaan kelak.
c. Mengadakan lomba membaca naskah sastra
Lomba membaca naskah sastra merupakan salah satu kegiatan yang dapat merangsang minat baca. Ini disebabkan karena masing-masing individu mempunyai selera yang berbeda. Mereka akan memilih dan memilah jenis bacaan yang sesuai dengan perasaannya.
Dari beberapa poin di atas diharapkan nantinya bisa tercipta kebiasaan membaca di masyarakat sehingga tercipta suatu kondisi masyarakat pembelajar sepanjang hayat ( long life education ).
2. Promosi Perpustakaan
Promosi perpustakaan adalah kegiatan pengenalan sosialisasi mengenai seluk beluk dunia perpustakaan. Tujuan dari promosi perpustakaan ini adalah:
· Untuk menginformasikan kepada pemakai layanan dan program kegiatan yang ada di perpustakaan;
· Untuk menbangkitkan minat dan keinginan pemakai terhadap perpustakaan dan layanannya;
· Untuk memelihara kesadaran pemakai terhadap layanan perpustakaan;
· Untuk meningkatkan penggunaan perpustakaan.
Jika melihat dari tujuan promosi perpustakaan tersebut maka diperlukan cara-cara yang jitu sebagaimana cara-cara promosi di dunia usaha supaya promosi perpustakaan bisa tepat sasaran dan menghasilkan hasil yang optimal.
Beberapa Sarana Promosi
1. Menggunakan media elektronik
a. Media televisi
Media televisi sangat efektif dipakai untuk memromosikan suatu produk barang atau jasa karena jangkauannya yang luas dan juga karena bentuk medianya yang audio visual.
b. Internet
Yaitu melalui penggunaan website yang menarik bagi perpustakaan yang bersangkutan akan memancing user untuk mendatangi perpustakaan tersebut. Website ini bisa menjadi perwakilan perpustakaan di dunia maya. Di sini bisa ditunjukkan seluk beluk perpustakaan mulai dari cara pendaftaran, Gedung, daftar koleksi, dan informasi lainnya.
c. Radio
Bagi perpustakaan lokal bisa memanfaatkan media radio untuk perpustakaannya. Mengingat radio adalah media audio maka bentuk atau isi iklannya dititik beratkan pada informasi-informasi insidental. Misalnya program perpustakaan yang berlangsung hanya mingguan.
2. Media Cetak
a. Surat kabar
Media surat kabar ini bisa dipakai untuk mendisplaikan buku-buku terbaru atau buku-buku yang sedang best seller di pasaran dan sudah dimiliki oleh perpustakaan.
b. Majalah
Majalah bisa dipakai untuk menampilkan profil singkat perpustakaan serta apa saja keunggulan maupun kekhasan sebuah perpustakaan yang bersangkutan yang tidak dimiliki oleh perpustakaan lainnnya.
c. Brosur
Brosur sangat efektif dipakai untuk memberikan informasi yang sifatnya beralur misalnya, cara menjadi anggota, di situ ditunjukkan prosesnya mulai dari datang ke perpustakaan sampai mendapat kartu anggota hinnga terjadi proses transaksi meminjam buku.
3. Pameran
Pameran buku merupakan ajang yang bagus untuk memancing masyarakat datang ke perpustakaan. Dengan rajin mengikuti pameran buku maupun mengadakan pameran sendiri akan membuat perpustakaan dikenal secara langsung oleh masyarakat.

JK. Rowling A Honestly Writer (Penulis yang Tulus)


" Saya menulis cerita Harry Potter sebenarnya tidak khusus kutujukan untuk konsumsi anak-anak, namun saya menulis absolutly for my self" begitulah pegakuan joanne Kathleen Rowling atau yang lebih dikenal JK Rowling penulis buku Harry Potter seperti yang dikutip oleh Marc Saphiro.

JK. Rowling "THE WIZARD BEHIND HARRY POTTER, ANAUTHORIZED BIOGRAPHY " yang ditulis oleh Marc Saphirro dan diterbitkan oleh St. Martin's Griffin, New York ini banyak menceritakan kisah hidup JK Rowling dan Latar belakang proses kelahiran Harry Potter  dan Dunia sihirnya.

Sebagai penulis, seperti halnya kebanyakan penulis sukses lainnya, JK Rowlingsejak kecil memanga suka menulis. Dan menulisnya sendiri merupakan cara dia menghibur dirinya. Pada usia anak-anak ia sudah membuat cerita imajinatif yang diberinya judul RABBIT AND MISS BEE. Cerita itu ia tulis dengan tangan pada buku hariannya kemudian ia tunjukkan pada saudaranya untuk dibaca. disamping suka menulis ia juga sangat gemar membaca seringkali waktunta banyak dihabiskan untuk menghadapi berlembar-lembar halaman buku dari pada bermain main.


Ketika beranjak dewasa ia menikah dan kemudian pernikahannya kandas ketika ia memperoleh anak satu. Pada saat itulah satu fase sulit dalam  kehidupannya bermula karena iaharus menjadi single parent. di tengah-tengah kesulitan inilah ada Blessing in disguisse. Ditengah kesukaannya meluangkan kesulitan nogkrong di kafe sendirian ia yang gemar menulis mulai membuat cerita yang kelak akan mendunia.

dengan membawa kertas dan pulpen ia habiskan waktu di kafe dengan menulis sepanjang waktu untuk menghibur dirinya.

"Saya tidak bisa membayangkan orang bisa menikmati membaca karay saya melebihi kenikmatan ketika saya sedang menuliskannya," itulah salah satu pengakuannya.

Melihat perjalanan hidup JK. Rowling kita akhirnya bisa lebih memaknai akan sebuah ketulusan dalam menjalankan aktifitas. Dan sekali lagi ketulusan pasti akan menyebabkan imbas positf bagi yang menjalankannya. Selamat membaca.